Monday, June 17, 2013

Sebuah Pembuka...

"...Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan"
Mendengar ayat itu aku tersentak, kembali tersadar dari lamunan panjang. Kalimat itu seakan menarik balik pikiranku yang buntu. lalu ia menunjukan jalan keluar dari labirin keraguan. Sekarang aku tahu dari mana aku harus memulai. Aku tahu cara untuk mengurai benang kusut dari peristiwa-peristiwa ini. Hal sederhana yang sunguh tak kusangka dapat luput dari pikiranku.


Kembali pandanganku tertuju ke luar jendela. Memandangi rintik air yang berjatuhan. Lalu pandanganku naik, menatap langit. Kulihat awan-awan mendung masih bergumul disana. Kelabu. Sesekali terlihat kilatan-kilatan cahaya yang saling bersahutan di baliknya. Entah kenapa, aku takjub melihatnya. Takjub pada hal yang sebagian orang justru takut untuk melihatnya. Ku coba untuk menerka, adakah pesan Tuhan yang dapat kusadari di dalamnya. Ya, pasti ada! Karena semua hal, setiap peristiwa, pasti memiliki pesan yang terkandung di dalamnya. Makna yang tersirat. Sebuah tanda dari Tuhan. Sebuah hikmah yang hanya bisa "dibaca" oleh mereka yang mau membuka pikirannya. Bagi mereka yang mau "membaca" dengan menyebut nama Tuhannya.

Membaca. Ya, itulah hal sederhana yang luput dari pikiranku. Padahal itu lah perintah pertama dari Tuhan --yang diperantakan oleh malaikat-- kepada rasul-Nya untuk disampaikan kepada seluruh manusia yang mau beriman.. Itulah perinah Tuhan yang sejak saat turunnya (ayat itu) mejadi tanda berawalnya sebuah masa yang baru, sebuah perdaban yang baru. Dari masa peradaban kebodohan menuju perdaban yang menjadi rahmat bagi alam. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan". Begitu sederhana tapi begitu mudah terlupa..

Aku sungguh merasa malu telah melupakannya. "Bacalah!" itulah kunci untuk menjernihkan kekeruhan ini, membuka pintu penyelesaian. Apa yang aku baca? Bukan sekadar teks maupun dialog. Yang harus kubaca adalah semua. Membaca setiap hal yang terjadi; semesta dan isinya. Membaca semua itu dengan menyebut nama Tuhan Yang Mencipta. Agar aku dapat menemukan kebenaran lalu mendapatkan petunjuk untuk menyelesaikan setiap pemasalahan yang kuhadapi..

"...Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Menciptakan" ... Itulah Sebuah pembuka... Awal bagi mereka yang mau mencari hikmah dan kebenaran...

                                                                                             (renungan pada suatu pagi beriring rintik hujan)


*note: narasi di atas hanya sebuah buah pikiran dari renungan.penulis.

No comments:

Post a Comment